Semoga Terhibur

Cerita Rakyat, dongeng Si Kabayan : Si Kabayan Hitut !!!

Anggapan Walanda hitut téh ceunah kaséhatan. Lamun teurab dianggapna sopan. Kocapkeun Si Kabayan hayang ngabuktikeun éta perkara. Pok nyarita ka babaturanana kieu “Cenah ku urang Walanda mah ari hitut téh di pupuji di aalus. Lamun teurab dianggapna teu sopan?” “Cenah ku urang Walanda mah ari hitut téh di pupuji di aalus. Lamun teurab dianggapna teu sopan?” “Kuring rék ngabuktikeun bener henteuna éta omongan téh, kabeneran di urang aya Walanda kontrak!” ceuk Si Kabayan. Enya baé, soréna Si Kabayan katémbong leumpang babarengan jeung Tuan Walanda kontrak. Tapi saméméhna, Si Kabayan bebekelan heula keur pihituteun. Dahar ogé ngahaja poé éta mah lain sangu, tapi kakacangan sabangsa su’uk jeung kacang polong. Lian ti éta ogé, ngahaja pamajikannana nitah pangulubkeun hui, anu leuwih kawéntar disebut kapsul Malangbong atawa karbit Walasari. Kocapkeun ti barang leumpang, Si Kabayan geus dedegeng baé ngadedetkeun bujurna supaya hitut. Enya baelé, kusabab geus disadiakeun ti ang...

Cerita Dewi Sri (Nyi Pohaci)






Cerita Legenda Dewi Sri atau Dewi Padi ini merupakan cerita legenda indonesia yang berasal dari tanah jawa. Tentang Cerita legenda atau cerita rakyat Dewi Sri tersebut adalah merupakan cerita rakyat yang mungkin mengalamai perbedaan cerita ditiap- tiap daerah namun memiliki makna yang sama. Cerita legenda Dewi Sri ini sudah mengalami pewarisan lintas generasi.Tokoh Dewi Sri dianggap sebagai dewi yang memberi kesuburan pada penanaman padi. Cerita Dewi Sri sebagai Dewi padi ini terkenal di Jawa dan juga Bali. Mungkin juga Cerita Legenda Dewi Sri di tiap-tiap daerah berbeda cerita tentang legendanya tersebut.

Cerita Rakyat Dewi Sri (Dewi Padi)

Pada jaman dahulu kala di ceritakan tentang tokoh Dewi Sri yang dikenal dengan nama Nyai Pohaci Sanghiyang Asri yang dipercaya sebagai penguasa bumi dan juga bulan. Dewi Sri, Dewi padi Ia merupakan pengatur dari kehidupan, kekayaan, serta kemakmuran.



"Tentang Cerita Rakyat Dewi Sri ini adalah legenda dari terciptanya padi yang merupakan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia." 


Diceritakan bahwa dahulu kala di Kahyangan ada dewa dan dewi yang diperintah penguasa tertinggi kerajaan langit yaitu Batara Guru untuk kerja bakti dalam membangun istana baru yang lebih megah di kahyangan. Diceritakan bagi yang malas dan tidak mau bekerja maka hukumnya tangan dan juga kakinya akan dipotong.

Antaboga yang merupakan dewa ular sangat cemas karena ia tidak memiliki tangan maupun kaki untuk ikut membantu dan juga bekerja dengan yang lainya. Jika tidak bekerja maka ia akan mendapat hukuman lehernya yang akan dipenggal.

Karena sangat takut Ia pun lalu pergi untuk menemui juga meminta nasihat kepada Batara Narada. Batara Narada adalah merupakan saudara dari Batara Guru. Batara Narada pun kebingungan dan tidak bisa memberinya solusi. Diceritakan Dewa Antaboga pun menangisi meratapi nasib buruk yang akan menimpa kepada dirinya.

Diceritakan bahwa dalam tangisnya ada sesuatu hal yang terjadi yaitu tiga tetes air matanya berubah menjadi mustika berupa telur dengan kulit yang indah dan juga bersinar. Ahirnya Barata Narada menyarankan supaya mustika - mustika tersebut dijadikan persembahan ke Batara Guru sebagai permohonan karena tidak bisa membantu untuk membangun istana. Singkat cerita Ia pun segera membawa telur tersebut dimulutnya.

Dalam perjalaan ketika ada burung gagak menyapanya ia tidak menjawab sehingga dianggap sombong hingga ahirnya si burung Gagak langsung marah dan menyerang Dewa Antaboga. Dalam pertarungan tersebut akhirnya pecahlah dua butir telur yang dibawa dalam mulutnya namun masih ter sisa satu telur.

Batara Guru yang diberi persembahan telur tersebut memerintahkan Dewa Antaboga untuk mengerami telur itu dan Setelah dierami ternyata telur tersebut menetaskan seorang bayi permpuan yang cantik hingga ahirnya Bayi tersebut diangkat menjadi anak oleh raja Batara Guru dan permaisuri , Bayi tersebut diberi nama Nyi Pohaci Sanghyang Sri yang kemudian tumbuh menjadi seorang putri yang cantik jelita nan baik hatinya. Kecantikan Putri tersebut bahkan mampu mengalahkan semua kecantikan para bidadari dan dewi khayangan.

Dikisahkan bahwa Batara Guru sang ayah angkat rupanya ingin memperistri Nyi Pohaci hingga membuat para dewa di kahyangan menjadi khawatir karena hal tersebut bisa merusak keselarasan di kahyangan. Mereka ahirnya berencana memisahkan Batara Guru dan Nyi Pohaci Sanghyang Sri dengan menaruh racun pada minuman Nyi Pohaci Sanghyang Sri hingga akhirnya meninggal. Agar tidak di ketahui jejaknya akhirnya jenazah Nyi Pohacipun dibawa turun ke bumi dan dikuburkan ditempat yang jauh juga tersembunyi.

Diceritakan bahwa dari kuburan Nyi Pohaci tersebut ditumbuhi berbagai macam tumbuhan yang sangat berguna bagi umat manusia di dunia dimana menurut Prof.Drs. Jakob Sumardjo 

Kepalanya menjadi pohon kelapa. 

Mata kanannya menjadi padi biasa (putih). 

Mata kirinya menjadi padi merah. 

Hatinya menjadi padi ketan.

Paha kanan menjadi bambu aur. 

Paha kiri menjadi bambu tali. 

Betisnya menjadi pohon enau. 

Ususnya menjadi akar tunjang.

Rambutnya menjadi rumputan.


Itulah kisah Nyi Pohaci Legenda Indonesia Dewi Sri (Dewi Padi) yang sampai sekarang dikenal Masyrakat Indonesia khususnya jawa dan bali.




Komentar